Katalog Lagu
Jelajahi dan temukan detail lirik dari rilisan lagu terfavorit Anda
Cinta Mengikat
βπ΅ Rintik di luar membisu Di dalam kamar yang hampa Baru saja kau di sini Menutup pintu perlahan Gelisah mulai merambat Mengisi ruang yang ditinggal (ditinggal...) Jarak baru saja tercipta Namun terasa ribuan mil Terbanglah, lampaui batasmu Jangan ragu menolehku Biar air mata ini (biar saja) Menjadi restu yang utuh (untukmu...) (Pergi...) Demi semua mimpimu (Rela...) Cinta tak harus menahanmu π΅ Akan kutata hatiku Meski berat dan tak mudah Cita-citamu memanggil Lebih lantang dari resah Jangan khawatirkan aku Di sini semua kan baik Fokuskan saja langkahmu Pada tujuan terbaik Terbanglah, lampaui batasmu Jangan ragu menolehku Biar air mata ini (biar saja) Menjadi restu yang utuh (untukmu...) "Aku tak apa-apa, sungguh" Kan kutunggu di garis nanti Saat dua takdir bertemu (dua takdir) Di orbit yang kita sepakati (kita kembali) Pergi (pergi) Kuat (kuat) Cinta ini mengikat (cinta mengikat) Pergi (pergi) Kuat (kuat) Cinta ini mengikat (cinta ini mengikat) π΅β
Govinda Asraya
βAsraya (tempat berlindung/meminta bantuan) memberikan kejelasan emosional pada Govinda. Ini adalah jantung dari album; sebuah pelukan spiritual yang sangat hangat, tempat di mana air mata jiwa yang bersedih akhirnya dibasuh.β
Lagu Kita di Ulang Tahunmu
βπ΅ Kado terbungkus, (bukan yang termahal) Hanya kumpulan nada, yang kurangkai semalam (Hu-u-u...) Kubilang, "Putar ini... saat kau sendiri nanti" Sebuah arsip hati, (yang takkan terganti) Lagu pertama... (saat mata bertemu) Lagu ketiga... (film pertama itu) Setiap not dan liriknya, (ha-a-a...) Kususun jadi mesin waktu Selamat ulang tahun, (kasihku) Ini lagu kita, yang takkan pudar Bukan sekadar melodi, (bukan sekadar rima) Ini adalah caraku bilang "Aku jatuh cinta" (Ooh... ini lagu kita) (Di hari spesialmu...) Setiap lagu adalah kita Setiap lagu adalah kita π΅ Ku bayangkan kau tersenyum, (di kamar sendu) Mendengar suara gitar, (yang sedikit fals itu) (Ha-a-a...) Mungkin kau tertawa, (mengingat lucunya) Kencan pertama kita, di bawah hujan kota Lagu keempat... (saat kita berteduh) Hingga lagu terakhir... (yang kutulis untukmu) Setiap not dan liriknya, (ha-a-a...) Kususun jadi mesin waktu Selamat ulang tahun, (kasihku) Ini lagu kita, yang takkan pudar Bukan sekadar melodi, (bukan sekadar rima) Ini adalah caraku bilang "Aku jatuh cinta" Kaset mungkin usang, (berganti digital) Zaman akan berputar, (semua jadi banal) Tapi perasaan ini, (saat ku membuatnya) Akan selalu nyata Selamat ulang tahun, (kasihku) Ini lagu kita, yang takkan pudar Bukan sekadar melodi, (bukan sekadar rima) Ini adalah caraku bilang "Aku jatuh cinta" (Ooh... ini lagu kita) (Selamanya...)β
Salah Tingkah
βπ΅ Belok di tikungan, kopi di tangan Tak siap bertemu, penampilan berantakan Matamu menangkapku, aku terpaku "Pagi," sapamu... duniaku runtuh Otakku membeku (membeku) Ingin putar balik (tak bisa) Terlambat, kau tersenyum padaku Oh, salah tingkah, kakiku kaku Bicara melantur, tak menentu Tertawa aneh (ha ha ha) di saat tak lucu Pipiku terbakar, semoga kau tak tahu (Di depanmu, di depanmu) Selalu begini (Selalu begini) Oh, salah tingkah π΅ Kau tanya "Apa kabar?" (suaramu) Kujawab "Baik," sambil (menyibak rambutku) Padahal kopi di tangan nyaris tumpah di baju ku (Klasik selalu) Mencari alasan (alasan) Untuk cepat pergi (pergi) "Maaf, aku buru-buru!" (Padahal bohong) Oh, salah tingkah, kakiku kaku Bicara melantur, tak menentu Tertawa aneh (ha ha ha) di saat tak lucu Pipiku terbakar, semoga kau tak tahu (Di depanmu, di depanmu) Selalu begini (Selalu begini) (Oh, salah tingkah) Sejuta skenario, ku susun di kepala Cara menyapa, cara bicara Tapi saat bertemu, semua buyar di udara "Aku hanya diam, terlihat bodoh, ya sudahlah" Mata bertemu (aduh) Otak membeku (diam) Ini konyol, tapi lucu (Salah tingkah) Mata bertemu (lagi) Otak membeku (kaku) Ini konyol, tapi lucu (selalu salah tingkah...) Mata bertemu (oh-o) Otak membeku Ini konyol tapi lucu (salah tingkah)β
Amnesti Rasa
βπ΅ Satu tatap di simpang jalan Harusnya hanya berlalu Mengapa getar ini datang (getar ini...) Di waktu yang paling keliru? Ada sumpah yang kau jaga Ada janji yang kuucap Dua dunia yang berbeda (berbeda...) Tak mungkin bisa terungkap Maaf, nuraniku bersalah Telah lancang mencintaimu Ini sebuah anomali (anomali) Yang tak bisa kuusir Bukan kuminta 'tuk bersama "Izinkan ku menyimpan rasa" π΅ Kucoba palingkan muka Mencari jalan 'tuk menjauh Semakin aku mencoba (mencoba...) Semakin kau terasa utuh Ada dia yang menanti Ada dia yang percaya Kita berdiri di api (di api...) Yang tak boleh menyala Maaf, nuraniku bersalah Telah lancang mencintaimu Ini sebuah anomali (anomali) Yang tak bisa kuusir Bukan kuminta 'tuk bersama "Izinkan ku menyimpan rasa" Aku tak menuntut takdir Untuk menulis ulang kita Hanya satu yang kuminta (satu kuminta...) Beri amnesti untuk rasa ini (salah waktu) Salah tempat (salah tempat) Hati tak bisa sepakat (tak sepakat) Salah waktu (salah tempat) Hati tak bisa sepakat (ha-a-a) π΅β
Lukat Pranayama
βKombinasi ini sudah memiliki konteks yang kuat. Lukat (pembersihan rohani) yang menyatu dengan Pranayama (pengaturan napas) menggambarkan proses katarsis yang sangat personal dan meditatifβmomen menghela napas panjang untuk melepas beban.β



