Katalog Lagu

Jelajahi dan temukan detail lirik dari rilisan lagu terfavorit Anda

Kidung Sasmita

Kata Kidung memberikan nuansa spiritual yang tenang pada Sasmita (isyarat). Ini adalah pembuka (intro) berbentuk alunan musik lirih, seolah-olah alam semesta sedang membisikkan lagu penghibur untuk jiwa yang mulai lelah.

Luruh Semesta

🎵 Di ambang pintu ini (pintu ini) Tak ada lagi "diri" Semua ragu yang lalu Kini menjadi debu (jadi debu...) Biar luruh semesta (biar luruh) Dan semua isinya Yang tersisa hanya kita (hanya kita) Di awal segalanya (segalanya...) 🎵 Tenang di depan mata Inilah akhir cerita Tentang masa yang lama (masa lalu...) Biar luruh semesta (biar luruh) Dan semua isinya Yang tersisa hanya kita (uuuh...) Di awal segalanya Luruh... (tak ada ragu) Hanya kita... (aku dan kamu) 🎵 (Hanya kita...) (Semesta...)

Pesan Singkat

🎵 Layar masih diam (tik... tok...) Satu notifikasi Ku harap namamu (yang muncul) (hm-m) Titik tiga... (kau sedang mengetik) Lalu menghilang... (oh, jangan berhenti) Jantungku berlomba tak biasa Pesan singkat, yang ku tunggu berjam-jam Gelisah ini, manis dan mencekam Duniaku terhenti, hanya karena Satu getar di saku, kuharap dirimu (Hanya kamu, hanya kamu) Pesan singkat darimu (Balas cepat... balas cepat...) (Oh-Oh) Ku baca ulang, percakapan tadi Mencari arti di balik emoji Apa candamu hanya basa-basi? (Atau ini pertanda?) Lampu kamar, sudah ku matikan Tapi cahaya ponsel, masih kunantikan Menganalisis tiap kata-kata (Mencari makna yang mungkin tak ada) (Ho-o) Pesan singkat, yang ku tunggu berjam-jam Gelisah ini, manis dan mencekam Duniaku terhenti, hanya karena Satu getar di saku, kuharap dirimu (Hanya kamu, hanya kamu) Pesan singkat darimu (Balas cepat... balas cepat...) (Ho-o, ho-o) 🎵 Mungkin ini konyol, menatap layar Di tengah malam, menahan gampar Aku tak peduli, jika terlihat bodoh Asal kau di sana, merasakan yang sama 🎵

Senyum di Tangga

🎵 Langkah kaki beradu, seribu suara Sepatu menapak, semua serba biasa Lalu kau lewat, arah berlawanan Satu lekukan kecil, (kau berikan) Dunia berhenti berputar sejenak Jantungku lupa cara berdetak Semua warna abu-abu Jadi biru, jadi ungu Hanya karena senyum di tangga (Ooh... senyum itu) (Di tangga...) 🎵 Aku masih berdiri, terpaku di tempat Kau sudah berlalu, (bayangmu lekat) Bel pergantian kelas, tak terdengar Pikiranku terpatri, (tak bisa pudar) (Ohh...) Dunia berhenti berputar sejenak Jantungku lupa cara berdetak Semua warna abu-abu Jadi biru, jadi ungu Hanya karena senyum di tangga Bukan kilau permata, bukan kata puitis (Ohh...) Hanya sapaan singkat, yang paling manis (Oh..o..) Mungkin ini cara semesta (Memulai sebuah cerita...) Di tangga, senyummu, waktu terhenti Di tangga, senyummu, waktu terhenti (Oh...) Di tangga, senyummu, waktu terhenti (Oh...) Di tangga, senyummu, waktu terhenti (Oo...) 🎵

Di Frekuensi Yang Sama

🎵 Aneh, getar ini (tiba-tiba) Datang tak permisi (tak permisi) Seperti gema di kepala Memanggil namaku "Sayang" Di frekuensi yang sama (yang sama) Kudengar jiwamu bicara (bicara) Meski tak ada suara (tanpa kata) Hatiku tahu arahnya (kearahmu) 🎵 Semua jadi berbeda Warna langit dan udara Jarak tak lagi terasa Kau begitu dekat "Di sini" Di frekuensi yang sama (yang sama) Kudengar jiwamu bicara (bicara) Meski tak ada suara (tanpa kata) Hatiku tahu arahnya (kearahmu) Kudengar... (kudengar kamu) Bicaralah... (bicara rindu) Kudengar... (kudengar kita) Satu irama, satu tuju (satu tuju) Kudengar... (jelas terasa) Bicaralah... (jiwa menyapa) Kudengar... (kudengar kita) Di frekuensi yang sama (Hu-u)

Perpustakaan Jam Tujuh

🎵 Lampu neon berdesing Jari pura-pura membalik, halaman ini Padahal otakku tak bisa mencerna Satu paragraf di depan mata (Sibuk memikirkan) Di perpustakaan jam tujuh Kita main drama bisu Kau curi pandang, (lalu) aku balas tersipu Di antara rak buku sejarah (Sejarah kita...) Siapa yang benar-benar belajar? (Siapa yang belajar?) (Fokusku di kamu...) 🎵 Kertas kecil kau sodor, "Lagi baca apa?" Padahal sampulnya jelas terbaca Kutulis jawaban, "Entah, tak mengerti" (Yang ku mengerti... hanya kamu di sini) Di perpustakaan jam tujuh Kita main drama bisu Kau curi pandang, (lalu) aku balas tersipu Di antara rak buku sejarah (Sejarah kita...) Siapa yang benar-benar belajar? Ruangan ini jadi saksinya Tempat paling hening, (tapi paling berisik) Oleh dua jantung... yang tak mau diam Halaman terbuka, fokusku di kamu Halaman terbuka, fokusku di kamu (Di sini) Halaman terbuka, fokusku di kamu (Malam ini) Halaman terbuka, fokusku di kamu 🎵