Tracks Catalog
Explore track lyrics, durations, and streaming stats from our catalog
Birama Hati
“(Hu-u-hu-u-hu...) Slalu ku ingat Di bukit cinta ini Mata memandang Hati tersipu malu Suar kalbu Berpijar di angkasa Menuntun jiwa Menuju labuhan rasa Aku tak peduli (hu-u), bisikan dunia (hu-u) Kau birama hatiku, takkan pernah kulepas Meski langkahku goyah, ku tetap percaya Dalam pelukmu, harmoni cinta terasa nyata 🎵 Seribu tahun Hatiku membeku Di antara bayang Hanya cintamu yang utuh Hangatnya kasihmu Di tiap detak Namamu berdansa Kaulah irama jiwa Aku tak peduli (hu-u), bisikan dunia (hu-u) Kau birama hatiku, takkan pernah kulepas Dalam nadamu (hu-u), jiwaku menyatu Cinta ini abadi, tak tergantikan waktu Senandung jiwa ini Dalam birama hati Cintaku padamu Takkan pernah mati”
Lewat Dia
“🎵 Ayah, boleh aku duduk sebentar? Kakiku lecet, nafasku bergetar Dunia di luar sana, dingin sekali (dingin sekali) Aku merasa kerdil, takut sendiri "Aku takut, Yah..." Lalu Kau kirimkan dia, di tengah badai Bukan malaikat, tak pandai membuai Dia cuma manusia, penuh lecet dan luka Tapi dia bertahan, saat ku berduka Terima kasih untuk yang satu ini Kau kirim dia menemani sunyi Bukan pahlawan bersayap putih Cuma manusia biasa yang gigih (Yang gigih) Dia ada (Dia ada), saat aku reda Dia diam (Dia diam), saat aku padam (Menemani... sampai nanti) 🎵 Lewat dia, kurasa hadir-Mu Lewat dia, hangat kasih-Mu (Kurasa hadir-Mu) Lewat dia, kurasa hadir-Mu Lewat dia, hangat kasih-Mu (Hangat kasih-Mu) Aku titip dia, Ayah Jangan biarkan dia lelah Kalau dia jatuh, tolong tangkap dia Seperti Kau menangkapku, lewat dia (Titip dia, tolong jaga dia) Jaga dia, Ayah (Titip dia, tolong jaga dia) Sayangi dia (Titip dia, tolong jaga dia) Di setiap langkahnya (Titip dia, tolong jaga dia) Selamanya "Terima kasih... Ayah."”
Semua Ada Waktunya
“🎵 (Ho-o-o...) Tak ada yang kusesali... (dari goresan ini) Karena perih tandanya... (aku pernah hidup) Jantung ini pernah... (bekerja hebat) Berdetak kencang... untuk seseorang (Hu-u-u...) Kita bukan pemilik... (kita hanya penyewa) Waktu yang singgah... (lalu menyapa) Melepasmu pergi... (bukanlah kalah) Tapi cara cinta... (berubah arah) Menjadi doa... (yang tak lagi marah) 🎵 Semua ada waktunya... (di jam semesta) Pertemuan yang megah... (perpisahan yang reda) Air mata ini... (jatuh dalam senyum) Bersyukur kita pernah... (saling merangkum) Walau sebentar... (walau sejenak) Kau adalah bab... yang paling indah (Paling indah...) (Terima kasih...) 🎵 Terima, lepaskan. Bernafas, lanjutkan! Terima, lepaskan. Bernafas, lanjutkan! Semua ada waktunya... (di jam semesta) Pertemuan yang megah... (perpisahan yang reda) Air mata ini... (jatuh dalam senyum) Bersyukur kita pernah... (saling merangkum) Walau sebentar... (walau sejenak) Kau adalah bab... yang paling indah Terima, lepaskan. Bernafas, lanjutkan! Terima, lepaskan. Bernafas, lanjutkan! (Semua ada waktunya...) Air mata ini... (jatuh dalam senyum) Karena percaya Semua ada waktunya”


