Tracks Catalog

Explore track lyrics, durations, and streaming stats from our catalog

Sepertinya Kamu

🎵 Bukan candamu, yang paling lucu (Bukan itu, sayang) Bukan matamu, yang paling syahdu (Bukan juga...) Tapi caramu menatap diam Saat duniaku terasa kelam Ada tenang yang kau tawarkan (Aku aman...) Kupikir ini hanya suka biasa Percikan kecil yang akan sirna Tapi namamu jadi kompas di kepala Selalu menunjuk ke arah yang sama (Selalu ke kamu...) Sepertinya kamu (Yang kutunggu) Tempat hatiku Akan berlabuh 🎵 Aku berhenti, mencari-cari Bayangan semu yang tak pasti Kau bukan teka-teki yang rumit (yang harus ku pecahkan) Kau adalah rumah tempatku kembali Kupikir ini hanya suka biasa Percikan kecil yang akan sirna Tapi namamu jadi kompas di kepala Selalu menunjuk ke arah yang sama (Selalu ke kamu...) Sepertinya kamu (Yang kutunggu) Tempat hatiku akan berlabuh 🎵 Bukan takutku yang bicara (Bukan logika...) Ini perasaan, murni dan sederhana Tak mau lari, tak mau dusta Hati ku jatuh... Kepada mu 🎵 Sepertinya kamu... (Yang kutunggu...) "Hanya kamu."

Sunyandari ing Rat

The addition of ing Rat (on earth/universe) expands the scale of Suyandari's loneliness. The song depicts a profound sense of isolation, as if the entire world is silently mourning the soul's sorrow.

Gocara Sunya

Sunya (empty/silence) emphasizes the condition of Gocara (grazing pasture). This is the point of total surrender, where the wounded soul stops running because its energy is exhausted, and now lies resignedly in the silent expanse.

Jalan Pulang

🎵 Lampu kota memburam Di kaca jendela (di kaca jendela) Radio putar pelan Lagu entah apa Kau bicara hal-hal ringan (Aku menyimak) Lupa semua lelahku (Lupa segalanya) Jantungku berdebar tak biasa Oh, jalan pulang ini, biarlah memanjang Setiap tikungan, terasa sayang Rumahmu di sana, tapi ku tak ingin cepat Semoga malam ini, tak pernah tamat (Jangan dulu, jangan dulu) Tiba di tujuan (Jangan dulu, jangan dulu) (Oh... jalan pulang) 🎵 Tawamu pecah di udara (Di heningnya malam) Kau tak perlu banyak kata Hening pun terasa nyaman Harusnya berbelok kiri (Sudah dekat) Tapi ku lurus saja (Pura-pura tak lihat) Mencari rute terpanjang kita Oh, jalan pulang ini, biarlah memanjang Setiap tikungan, terasa sayang Rumahmu di sana, tapi ku tak ingin cepat Semoga malam ini, tak pernah tamat 🎵 Dunia di luar sana, berisik dan menuntut Semua orang berlari, terburu-buru Tapi di dalam sini, di kapsul waktu kita Aku temukan jeda, aku temukan utuh Jalan pulang... (bersamamu...) Biarlah memanjang Malam ini... (terasa sayang)

Secangkir Kopi

🎵 Hai sayangku Tetaplah di sisiku Ada yang ingin kukatakan padamu Hai sayangku Pria idamanku, cintaku yang unik Secangkir kopi ini, ko rasanya kayak kamu? Setiap pagi ku hirup aromamu Setiap tegukan ada cerita baru Kau getarkan jiwaku, kau tenangkan kalbu Ada harumnya bagai bunga, menenangkan resah di jiwa Ada hangatnya mentari pagi, memelukku tanpa henti Ada pahitnya mengingatkan, hidup tak selalu menyenangkan Ada kuatnya membangkitkan, semangat yang hampir padam Tapi yang terpenting, ada manisnya saat bersamamu Aw aw... Aw aw aw... cinta ini makin bersemi Oh oh oh... cintaku padamu Oh oh oh Secangkir kopi pagiku 🎵 Kau bukan hanya sekadar minuman pagi Kau energi dalam setiap langkah kaki Denganmu, dunia terasa lebih berarti Kaulah pelengkap melodi hati ini (Ha-a-a-a) Cintaku padamu (Ha-a-a-a) Secangkir kopi (Ha-a-a-a) Selalu kunanti (Ha-a-a-a) Setiap hari (Ha-a-a-a) Selalu kunanti (Ha-a-a-a) 🎵 (Hai, sayangku)

Tiga Kata di Taman Belakang

🎵 Suara kantin sayup terbawa angin Bising dunia luar terasa semakin pudar Kita duduk di sini, di bawah langit temaram Rumput hijau terasa dingin, (sedalam diam) Lidahku kelu, ada yang tertahan Semua skenario di kepala, (ha-a-a) Kini berantakan, tak tentu arahan Jantungku berdebar lebih kencang, (tak karuan) Udara tertahan, waktu seakan membeku Tiga kata kecil akhirnya terucap (dari bibirku) Dunia di sekitarku berubah warnanya Di taman belakang ini, (kau dan aku) Menulis babak yang baru (Taman belakang kita...) (Ooh... babak yang baru) 🎵 Kau terdiam sejenak, tak perlu terburu Aku menunggu, (hatiku menunggu) Lalu kau tersenyum, oh senyum itu Jawaban terbaik yang pernah kutunggu (ha-a-a) Gugupku yang tadi, kini menguap sudah Semua skenario di kepala, (ha-a-a) Tak lagi penting, tak lagi jadi masalah Karena senyummu itu sebuah anugerah Udara tertahan, waktu seakan membeku Tiga kata kecil akhirnya terucap (dari bibirku) Dunia di sekitarku berubah warnanya Di taman belakang ini, (kau dan aku) Menulis babak yang baru Di bawah senja yang warnanya ungu Gravitasi serasa bergeser, (mengikatku padamu) Hanya kita berdua, (oh, aku dan kamu) Kumohon waktu, jangan cepat berlalu "Aku sayang kamu!" Tiga kata, mengubah segalanya Tiga kata, mengubah segalanya Tiga kata, mengubah segalanya Tiga kata, mengubah segalanya (selamanya) (Tiga kata, mengubah segalanya) Hu-u-u (Tiga kata (tiga kata), mengubah segalanya) Hu-u-u